Isi artikel ini hanya untuk orang dewasa yang sudah menamatkan pendidikan di sekolah dan universitas (kecuali mahasiswa abadi) hehehe...
Berbahaya buat anak di bawah 17 tahun!!!
Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat dibagi dalam 3 kategori : murid pintar, murid rata-rata dan murid bodoh.
Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar, mereka takut kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stress jika mendapat nilai buruk.
Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu, karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik.
Murid yang bodoh biasanya adalah tipe orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu memikirkan akan dapat nilai berapa.
Murid tipe ini biasanya mempunyai SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal itu daripada belajar.
Sedangkan murid rata-rata berada di antara 2 kategori itu.
Di kemudian hari, siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam kehidupannya ?
Sukses di sini harus dibedakan dengan kaya.
karena menjadi kaya berarti mempunyai lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti mengerjakan hal yang mereka sukai dan menyukai yang mereka kerjakan, serta orang-orang menghargai apa yang mereka kerjakan.
Dalam banyak kasus, banyak murid yang bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi orang yang sukses, dan banyak pula yang menjadi sukses dan kaya.
Sedangkan murid yang dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi sedikit yang sukses. Mengapa demikian ?
Karena dari kecil murid yg bodoh sudah terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan tidak terlalu perduli dengan kelemahannya.
Sedangkan murid yang pintar biasanya TIDAK FOKUS pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa mendahulukan perbaikan pada kelemahan.
Ambil contoh Deddy Corbuzier.
Semasa sekolah juga tidak termasuk murid yang cemerlang,
tetapi sejak kecil telah menunjukkan kecintaan yg mendalam dengan dunia sulap.
Sekarang, siapa yang tidak mengenal Deddy Corbuzier.
Contoh lain lagi adalah Rhenald Khasali,
beliaupun pernah tinggal kelas sewaktu sekolah tetapi sekarang merupakan salah satu pembicara handal.
Dilain pihak, yang dulunya murid yang pintar seringkali berakhir dengan bekerja di kantoran, mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi belum tentu mereka sukses,
karena mereka mungkin tidak terlalu menyukai apa yang mereka kerjakan,
hal ini karena dari kecil mereka diarahkan untuk memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa sebetulnya kekuatan mereka.
So, jika harus memilih mau pintar akademis namun tidak sukses bisnis, atau mau bodoh tapi sukses bisnis???
Pasti diantara pembaca ada yang menjawab ingin sukses keduanya,
Tabiat alami manusia memang serakah, disuruh milih satu minta dua.
Jangan diambil hati yah, bercanda hehehe...
Kembali ke topik (ke laptop kalau tukul arwana)
Saya sendiri mengamati beberapa orang teman-teman SMA saya dulu,
dan sepertinya mendekati kebenaran artikel ini
Teman-teman yang pinter sekolah, sedikit sekali yang berbisnis, mereka rata-rata bekerja pada perusahaan, sedangkan teman yang biasa-biasa saja di sekolah, malah yang cenderung nakal, akhirnya berbisnis.
Ngomong-ngomong, saya sendiri pintar atau gak ya di sekolah dulu???
Mau tau jawabannya??? Ketik REG WAHYU, kirim ke 9090,
Anda akan bisa mengetahui kegiatan-kegiatan saya sehari-hari,
dan SMS yg anda terima langsung dari HP aku, hehehe...
Semoga artikel ini berguna dan terimakasih pada bapak dan ibu guru kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar